Berita

Direktorat Standardisasi Pangan Olahan

Dalam rangka upaya promotif dan preventif dalam penanggulangan Penyakit Tidak Menular (PTM), Badan POM melakukan kampanye agar konsumen memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan gizinya, yang salah satunya dilakukan melalui pelabelan gizi pangan olahan. Oleh karena itu, pada tanggal 3 September 2019 Badan POM menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pelabelan Gizi Pangan Olahan yang bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi mengenai pentingnya label gizi kepada konsumen dalam memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan gizinya.

Pelabelan gizi pangan olahan yang dituangkan dalam bentuk Informasi Nilai Gizi (ING) pada label pangan olahan diatur secara detail dalam Peraturan Badan POM Nomor 22 Tahun 2019 yang baru saja diterbitkan. Pada peraturan tersebut, pencantuman ING diberlakukan secara wajib pada semua pangan olahan, dimana awalnya berlaku sukarela dan hanya diwajibkan untuk produk tertentu. Selain itu, di dalam peraturan tersebut juga diatur bentuk/ desain ING yang lebih mudah dipahami oleh konsumen (consumer friendly), yaitu dengan bentuk panduan asupan harian (Guideline Daily Amounts/ GDA) dengan warna monokrom dan logo “Pilihan Lebih Sehat”.

ing label

Sosialisasi dibuka oleh Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP., Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan yang menyampaikan bahwa upaya pencegahan dan pengendalian PTM memerlukan dukungan multisektor, yang salah satunya dalam hal promosi pola konsumsi yang sehat dan edukasi konsumen untuk membaca label.

ing 1

Sosialisasi yang dilakukan dalam bentuk talkshow ini menghadirkan narasumber Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si (Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM) dan Dr. Rimbawan yang merupakan akademisi dari Institut Pertanian Bogor yang sangat concern dengan pelabelan gizi. Dalam acara ini hadir peserta dari berbagai kalangan, antara lain Kementerian/ Lembaga terkait, pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi profesi, asosiasi industri, industri mikro dan kecil, komunitas konsumen, mitra pembangunan (WHO, FAO, UNICEF), serta beberapa Balai dan Loka POM daerah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

ing 2

Dalam talkshow tersebut, ditekankan bahwa membaca label pangan olahan itu sangat penting. Namun dari berbagai survey yang dilakukan oleh BPOM, kesadaran konsumen Indonesia untuk membaca label masih rendah, termasuk membaca label gizi. Konsumen saat ini masih banyak terfokus pada logo halal dan tanggal kadaluwarsa saja. Sedangkan untuk dapat memilih pangan olahan yang sesuai dengan kebutuhan gizi, konsumen juga harus memperhatikan label gizi produk.

ing 3

Dalam acara tersebut terlihat antusiasme peserta dalam menyongsong pemberlakuan label gizi yang baru. Dengan adanya terobosan BPOM untuk membuat label gizi yang lebih consumer friendly tersebut, diharapkan konsumen dapat lebih mudah membaca label gizi sehingga dapat meningkatkan kesadaran untuk memperhatikan label gizi pangan olahan. Selain itu, diharapkan sosialisasi ini merupakan bentuk KIE yang dapat direplikasi baik oleh Badan POM maupun stakeholder lain dengan sasaran masyarakat yang lebih luas.

ing 4

Dengan kebijakan ini diharapkan juga dapat meningkatkan pasrtisipasi pelaku usaha dalam mencantumkan label gizi, termasuk upaya reformulasi produk untuk mengurangi kandungan zat gizi yang merupakan faktor risiko PTM, antara lain gula, garam, dan lemak, sebagai persyaratan pencantuman logo “Pilihan Lebih Sehat”.

 

Untuk mengunduh logo "Pilihan Lebih Sehat", KLIK DI SINI

Kunjungi Kami

Jl. Percetakan Negara No.23,
Jakarta Pusat, 10560

Get Direction
Hubungi Kami

Telp: (+6221) 42875584
Fax: (+6221) 42875780

Email: standarpangan@pom.go.id
Jadwal Konsultasi

Senin - Kamis: 08.30 - 15.00


--------------------------------