Berita

Direktorat Standardisasi Pangan Olahan

Direktorat Standardisasi Pangan Olahan-Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan telah melaksanakan workshop Kajian Keamanan Bahan Alam Sebagai Alternatif BTP dalam Rangka Eradikasi Penyalahgunaan Bahan Berbahaya.

Seperti diketahui bahwa masih banyaknya penyalahgunaan bahan berbahaya dalam proses pengolahan pangan,  yang salah satunya disebabkan oleh karena belum adanya alternatif pengganti bahan-bahan tersebut yang memiliki fungsi pengawetan pangan yang murah dan mudah dijangkau oleh industri kecil  sehingga penyalahgunaan tersebut terus terjadi sampai saat ini. Disisi lain, sudah banyak penelitian pemanfaatan bahan alam asli Indonesia sebagai alternatif Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang diharapkan menjadi solusi bagi penyalahgunaan bahan berbahaya tersebut namun belum didukung dari segi regulasi/ standar sehingga belum dapat dikembangkan.  Untuk itulah kegiatan kajian keamanan bahan alam merupakan salah satu upaya nyata Badan POM untuk menyiapkan regulasi berbasis kajian, sehingga bahan alam tersebut dapat memberikan solusi “pengganti” bahan berbahaya yang masih banyak digunakan di pangan. 

workshop bahan alam 1

Workshop ini dihadiri oleh tim ahli (Prof. Rindit Pambayun, Prof. Hanifah N. Lioe, dan Dr. rernat Emran Kartasasmita) perwakilan dari 33 Balai Besar/Balai POM  di seluruh Indonesia, dan wakil dari K/L (KKP, Kementan, Kemenkes, BPPT, Disperindag Sumsel)

workshop bahan alam 2

Acara dibuka oleh Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Reri Indriani. Dalam pembukaannya disampaikan  bahwa kajian keamanan bahan alam yang dapat digunakan untuk eradikasi penyalahgunaan bahan berbahaya merupakan salah satu kegiatan yang strategis yang kedepan diharapkan kegiatan tersebut dapat disinkronkan dengan kegiatan revitalisasi Pangan Jajan Anak Sekolah (PJAS). Untuk itu diperlukan kajian  efektifitas bahan, kajian keamanan dan mutu bahan, kajian kemudahan akses,  kajian dampak terhadap penggunaan pada pangan dan diharapkan bahan tersebut dapat di scaling up  menjadi skala industri. Selain itu agar dapat dilaksanakan FGD dalam lingkup yang lebih luas dengan kerangka ABG (Academic – Business – Government).

workshop bahan alam 3

Direktur Standardisasi Pangan Olahan, Sutanti Siti Namtini memberikan paparan terkait hasil Kajian Bahan Alam Sebagai Alternatif Bahan Tambahan Pangan dalam rangka eradikasi Penyalahgunaan Bahan Berbahaya. Dalam paparannya disebutkan bahwa terdapat kajian ini merupakan hasil pembahasan antara Dit. SPO beserta dengan tim ahli.  Berdasarkan PP 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan pada Pasal 13 ayat (1) bahwa bahan yang akan digunakan sebagai bahan tambahan pangan tetapi belum diketahui dampaknya bagi kesehatan manusia, wajib terlebih dahulu diperiksa keamanannya, dan dapat digunakan dalam kegiatan atau proses produksi pangan untuk diedarkan setelah memperoleh persetujuan Kepala Badan. Berikut hasil kajian bahan alam selama tahun 2019: cairan fermentasi buah kesemek, ekstrak gambir dan air abu sabut kelapa belum dapat digunakan dalam pangan sebagai bahan tambahan pangan (BTP) sampai terbukti keamanannya. Untuk kitosan saat ini sudah diizinkan sebagai bahan baku pangan dan perlu kajian lebih lanjut sebagai BTP Pengawet, sedangkan bahan perenyah kerupuk dapat direkomendasikan sebagai bumbu (bahan baku).

workshop bahan alam 4

Forum juga menyepakati bahwa ekstrak gambir, air abu sabut kelapa dan asap cair merupakan bahan yang berpotensi sebagai kandidiat BTP dan dapat diprioritaskan untuk disusun profil keamanannya. Pada workshop ini juga diperoleh informasi dari Balai Besar/Balai POM maupun K/L terkait penggunaan bahan-bahan alam yang diusulkan dapat dikaji pada tahun 2020.

workshop bahan alam 5

Kunjungi Kami

Jl. Percetakan Negara No.23,
Jakarta Pusat, 10560

Get Direction
Hubungi Kami

Telp: (+6221) 42875584
Fax: (+6221) 42875780

Email: standarpangan@pom.go.id
Jadwal Konsultasi

Senin - Kamis: 08.30 - 15.00


--------------------------------