Direktorat Standardisasi Produk Pangan

Berita

Dengan telah diundangkannya UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan pada tanggal 17 November 2012, sebagai revisi atas UU No.7 Tahun 1996 tentang Pangan, diperlukan tindak lanjut terhadap amanah pengaturan lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah.  Terdapat 11 Pasal yang mengamanahkan pengaturan lebih lanjut dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, 18 Pasal mengamanahkan pengaturan lebih lanjut dalam RPP tentang Keamanan Pangan dan 5 Pasal mengamanahkan pengaturan lebih lanjut dalam RPP tentang Label dan Iklan Pangan. 

Read more: Workshop RPP tentang Keamanan Pangan dan RPP tentang Label dan Iklan Pangan

legal drafting dspp

Pada tanggal 18, 19 dan 26 Agustus 2016 Direktorat Standardisasi Produk Pangan telah melaksanakan “Pelatihan Perancangan Peraturan Perundang-Undangan” (Legislative Drafting Training). Pelatihan seperti tersebut diatas dilaksanakan bekerja sama dengan Jimly School of Law and Government  (JSLG) yang merupakan lembaga nirlaba yang didirikan oleh Prof. Dr. Jimly  Asshiddiqie, S.H. yang bergerak di bidang pendidikan/pelatihan terkait bidang hukum dan pemerintahan.

Pelatihan ini diselenggarakan dalam upaya peningkatan, penguatan fungsi dan kelembagaan melalui peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia di bidang perancangan peraturan perundang-undangan terutama bagi SDM pada Direktorat Standardisasi Produk Pangan dalam meningkatkan kemampuan dalam merencanakan, menyusun, dan membahas serta mereview peraturan perundang-undangan sesuai dengan tugas dan fungsi Direktorat Standardisasi Produk Pangan.

Read more: Pelatihan Perancangan Peraturan Perundang-Undangan

Pada tanggal 4 dan 5  Agustus 2016 Direktorat Standardisasi Produk Pangan telah melaksanakan “In House Training on Risk Management. Pelatihan seperti tersebut diatas dilaksanakan bekerja sama dengan lembaga pelatihan  Mandiri Consultant dengan  fasilitator pelatihan adalah Ir Faizal Safa, MSc

Pelatihan ini diselenggarakan dalam upaya peningkatan, penguatan fungsi dan kelembagaan melalui peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia di bidang penyusunan standar dan peraturan di bidang pangan. Dalam pelatihan ini dipelajari tentang strategi manajemen risiko dilihat dari tugas dan fungsi Badan POM umumnya dan Direktorat Standardisasi Produk Pangan khususnya dilihat dari berbagai segi yang mungkin menimbulkan risiko-risiko.

Dalam pelatihan ini juga dilakukan praktek mengidentifikasi, mengukur, memantau dan mengendalikan risiko yang dapat mempengaruhi visi atau tujuan Badan POM  yang timbul dari seluruh kegiatan penyusunan standar dan peraturan di bidang pangan.

Read more: In House Training on Risk Management

APLIKASI AYO CEK GIZI PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH (PJAS)

Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) dan anak sekolah merupakan hal yang sulit dipisahkan. Kebiasaan jajan pada anak sudah menjadi kebiasaan umum dan ditemui di berbagai tingkat sosial ekonomi masyarakat. PJAS merupakan makanan yang banyak dikonsumsi oleh anak-anak usia sekolah, sehingga mempunyai kontribusi yang cukup besar dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah setiap harinya. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai kandungan gizi PJAS diperlukan untuk mengetahui jumlah asupan gizi dari PJAS maupun untuk merencanakan jenis PJAS yang akan dikonsumsi.

Badan POM telah menyusun buku Informasi Kandungan Gizi dalam PJAS, yang memuat kandungan energi, zat gizi berbagai jenis PJAS. Nilai zat gizi yang tercantum bukan merupakan angka mutlak, namun merupakan acuan untuk mengetahui tinggi atau rendahnya kadar zat gizi suatu PJAS, karena nilainya dipengaruhi oleh berbagai hal, antara lain komposisi bahan, kualitas bahan yang digunakan dan cara pengolahannya. Agar dapat lebih menjawab kebutuhan pengguna akan akses informasi yang cepat dan praktis dan mempermudah penggunaan pedoman tersebut, maka Badan POM mengembangkannya dalam bentuk aplikasi yang diberi nama Ayo Cek Gizi Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS). Aplikasi “Ayo Cek Gizi PJAS” disediakan dalam dua versi yaitu versi Desktop dan Android.

Read more: Aplikasi Ayo Cek Gizi Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS)

KEGIATAN IMPLEMENTASI REGULASI PANGAN OLAHAN TERKAIT PEMBACAAN LABEL

Label pada pangan olahan merupakan salah satu bentuk edukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Diharapkan konsumen akan mendapatkan informasi yang benar dan jelas tentang kandungan produk, baik secara kualitas maupun kuantitas, sebelum dibeli atau dikonsumsi melalui label. Pelaku usaha bertanggung jawab terhadap semua informasi yang dicantumkan pada label pangan olahan dan pencantumannya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Berdasarkan beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa masih rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat tentang label dan rendahnya tingkat kepatuhan konsumen dalam membaca label. Hasil kajian Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), pada tahun 2007 menunjukkan bahwa hanya 6,7% konsumen di Indonesia yang memperhatikan label pada produk pangan kemasan untuk memilih produk pangan tersebut. Penelitian lain menunjukan bahwa konsumen merasa kesulitan untuk menginterpretasikan informasi yang tercantum pada label. Beberapa konsumen merasa bingung dengan format pelabelan gizi dan umumnya lebih menyukai dengan informasi berupa gambar.

Read more: Kegiatan Implementasi Regulasi Pangan Olahan Terkait Pembacaan Label

You are here: Home Berita

Statistik Pengunjung

Hari ini 7

Minggu ini 585

Bulan ini 1701

Jumlah Pengunjung 19173

Halo BPOM

Cari Berita

Don't have an account yet? Register Now!

Sign in to your account