Berita

Direktorat Standardisasi Pangan Olahan

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pangan mendorong kreativitas industri pangan untuk memproduksi pangan yang inovatif dan diterima di masyarakat. Pemerintah melalui Badan POM berupaya seoptimal mungkin mengantisipasi dan mengawasi perkembangan produk pangan melalui sistem pengawasan pre-market dan post-market. Untuk menerapkan sistem pengawasan tersebut, diperlukan regulasi untuk menjamin keamanan pangan yang dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan kegiatan pengawasan.  Pengawasan dilakukan mengacu kepada WHO/FAO National Food Control System yang salah satu aspeknya adalah tersedianya regulasi keamanan, mutu, gizi, label dan iklan pangan olahan yang memadai.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan persamaan persepsi semua pihak terkait terhadap regulasi keamanan, mutu, gizi standar pangan, khususnya Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan mengenai pangan steril komersial, Direktorat Standardisasi Pangan Olahan – Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, sesuai dengan tahapan manajemen standardisasi pangan melakukan kegiatan advokasi dan sosialisasi. Kegiatan advokasi dan sosialisasi ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam Good Regulatory Practices (GRP) untuk mewujudkan perlindungan konsumen dari pangan yang tidak layak, tidak aman, dan dipalsukan serta menjamin praktik perdagangan pangan yang jujur untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing produk pangan nasional.

Kegiatan advokasi dan sosialisasi peraturan di bidang pangan olahan untuk substansi pangan steril komersial  dilakukan pada tanggal 12 April 2022 dengan metode presentasi dan diskusi yang diselenggarakan secara hybrid, yaitu luring di hotel Aryaduta Jakarta dan daring melalui video conference.  Acara dihadiri oleh ±300 peserta yang berasal dari:

  • Unit Pelaksana Teknis BPOM (Balai Besar/Balai POM/Loka POM) di seluruh wilayah Indonesia
  • Kementerian/Lembaga terkait, seperti Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional;
  • Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti Dinas Kesehatandan Dinas Penanaman Modal dan Pelaanan Terpadu Satu Pintu;
  • Asosiasi(HPMKI, NAMPA, APIKI, GAPMMI, AIPS, APMMOI, JLPPI, ALPI, AP2SRI, ASRIM);
  • Organisasi Masyarakat (Aisyiah, Salimah, BIG Indonesia);
  • Organisasi Profesi (PATPI, PERGIZI Pangan, APKEPI);
  • Organisasi Konsumen(YLKI);
  • Laboratorium Pengujian (BBIA, IPB Seafast Center, Sucofindo, Qualis, SIG, TÜV NORD, PT. EMBRIO Biotekindo, PT Seafood Inspection Laboratory, PT. Angler BioChemLab;
  • Perguruan Tinggi; dan 
  • Unit Eselon II di Badan POM Pusat.

Photo_Bu_Dep

Advokasi dan Sosialisasi dibuka dengan sambutan dan arahan dari Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, Ibu Dra. Rita Endang, Apt., M.Kes. Kegiatan advokasi dan sosialisasi ini sangat penting untuk mewujudkan pemahaman dan persamaan persepsi semua pihak, baik di Unit Pelaksana Teknis Badan POM sebagai pengawas; pelaku usaha pangan; maupun pihak terkait lainnya terhadap seluruh peraturan mengenai pangan steril komersial.

Kebijakan terbaru yang ditekankan dalam kegiatan ini adalah terbitnya Peraturan Badan POM No. 27 Tahun 2021 tentang Persyaratan Pangan Berasam Rendah Dikemas Hermetis, yang merupakan revisi dari Peraturan BPOM No. 24 Tahun 2016 tentang Persyaratan Pangan Steril Komersial. Selain itu, disosialisasikan pula Peraturan BPOM lainnya yang terkait dalam implementasinya yaitu:

  1. Peraturan Badan POM Nomor 25 Tahun 2020 Tentang Pedoman Cara Produksi yang Baik untuk Pangan Steril Komersial yang Disterilisasi Setelah Dikemas;
  2. Peraturan Badan POM No. 19 Tahun 2019 tentang Pedoman Cara Produksi yang Baik untuk Pangan Steril Komersial yang Diolah dan Dikemas Secara Aseptik; dan
  3. Peraturan Badan POM No 21 Tahun 2019 tentang Penerapan Program Manajemen Risiko Keamanan Pangan di Industri Pangan.

Dalam sosialisasi ini, Direktur Standardisasi Pangan Olahan menyampaikan ketentuan yang diatur dalam Peraturan Badan POM No. 27 Tahun 2021 tentang Persyaratan Pangan Berasam Rendah Dikemas Hermetis, antara lain persyaratan pangan steril komersial, baik yang menggunakan panas, non panas ataupun dengan menggunakan teknologi halang rintang (hurdle), proses pengkajian, pengecualian, grace periode pelaksanaan peraturan ini, dan ketentuan terkait cara produksi pangan steril komersial. Selanjutnya, terkait dengan Persyaratan Kecukupan Proses dan Uji Tantangan dijelaskan secara rinci oleh Koordinator Kelompok Substansi Standardisasi Pangan Olahan untuk Keperluan Gizi Khusus, Klaim, dan Informasi Nilai Gizi serta Pangan dengan Proses Tertentu dan Cara Produksi Pangan Tertentu.  Persyaratan kecukupan proses mencakup verifikasi kecukupan proses panas, validasi kecukupan proses non panas atau kombinasi dengan panas, dan prosedur uji tantangan untuk sterilisasi menggunakan teknologi halang rintang.

Bu_Dir_dan_Bu_Ega

Mengingat pangan steril komersial ini wajib menerapkan Program Manajemen Risiko (PMR), maka dijelaskan pula mengenai ketentuan dan tata cara pengajuan PMR Pangan Steril Komersial, termasuk penerapannya secara bertahap bagi UMKM oleh Koordinator Kelompok Substansi Pengawasan Produksi Pangan Olahan Risiko Tinggi.  

Agar urgensi pengaturan pangan berasam rendah dikemas hermetis dapat dipahami dengan baik khususnya sebagai manajemen potensi risiko, disampaikan pula materi terkait Tinjauan ilmiah Keamanan Pangan Berasam Rendah Dikemas Hermetis yang disampaikan oleh narasumber dari Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, IPB, Dr. Eko Hari Purnomo. Sehingga diharapkan seluruh peserta memahami konsep ilmiah pengendalian risiko keamanan pangan steril komersial/ pangan berasam rendah dikemas hermetis dengan menerapkan ketentuan dalam Peraturan BPOM yang disosialisasikan.

Pak_Eko_Bu_Nisa

Peserta advokasi dan sosialisasi mengapresiasi kegiatan ini dan aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab untuk menggali pengetahuan dan informasi terkait regulasi di bidang substansi pangan steril komersial. Selain itu, peserta juga mengikuti pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman terkait materi yang disampaikan serta mengisi form evaluasi kegiatan sebagai penilaian dan masukan untuk perbaikan penyelenggaraan kegiatan yang akan datang.

Photo_Bersama

Diharapkan pelaksanaan advokasi dan sosialisasi dapat memberikan manfaat pada semua pihak, sehingga peraturan-peraturan di bidang substansi pangan steril komersial dapat diimplementasikan dengan baik sehingga terciptanya perlindungan kesehatan masyarakat dan fair trade serta dapat meningkatkan daya saing produk pangan nasional.

Kunjungi Kami

Jl. Percetakan Negara No.23,
Jakarta Pusat, 10560

Get Direction
Hubungi Kami

Telp: (+6221) 42875584
Fax: (+6221) 42875780

Whatsapp: (+62) 81222233760
Email: standarpangan@pom.go.id
Jadwal Konsultasi

Senin - Kamis: 09.00 - 15.30


--------------------------------

Instagram
Facebook
Youtube
Spotify