Berita

Direktorat Standardisasi Pangan Olahan

Badan POM untuk meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat dalam rangka pelaksanaan pengawasan obat dan makanan diperlukan penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015, hal ini untuk meningkatkan kualitas kinerja di lingkungan Badan POM semakin efektif dan efisien.

Audit Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 di Badan POM telah dilaksanakan mulai tanggal 10 Agustus 2020 hingga 3 November 2020, dalam jadwal 3 termin, yaitu:

  • Termin 1 Audit Sertifikasi meliputi 19 UPT Loka POM.
  • Termin2 Audit Pengawasan meliputi 33 UPT Balai Besar/Balai POM dan 2 UPT Loka POM di Kabupaten/Kota.
  • Termin 3 Audit Pengawasan meliputi manajemen puncak BPOM dan 28 unit kerja pusat. Audit sertifikasi tahap 2 meliputi 19 UPT Loka POM.

Dalam hal ini Badan POM mengundang lembaga sertifikasi dari eksternal yakni TUV Rheinland Indonesia untuk melakukan resertifikasi ISO 9001:2015.

Kondisi pandemi saat ini tidak menyurutkan semangat antusias khususnya para pegawai Direktorat Standardisasi Pangan Olahan (Dit SPO) Kedeputian Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan POM untuk menyiapkan segala data dukung mulai dari pengkajian, penyusunan hingga pelaporan monitoring dan evaluasi di setiap pelaksanaan kegiatan. Dit SPO telah diaudit oleh TUV Rheinland Indonesia pada tanggal 14 Oktober 2020 secara luring (onsite) dan daring. Direktur SPO menyampaikan paparan terkait profil Dit SPO, pengelolaan QMS ISO 9001:2015, bisnis proses mapping, SDM Dit SPO, sasaran dan capaian mutu Dit SPO hingga terobosan dan inovasi yang dilakukan oleh Dit SPO untuk meningkatkan kualitas mutu pelayanan kepada masyarakat dalam menetapkan standar pangan olahan.

qms iso5

Dit SPO telah responsif dalam penyesuaian pelayanan publik pada masa pandemi Covid-19 dengan berbagai tools komunikasi yang bersifat user friendly. Hal dimaksud dapat dilihat pada Subsite Dit SPO yaitu standarpangan.pom.go.id. Tidak hanya itu, Dit SPO juga telah melakukan penyusunan Pedoman Produksi dan Distribusi Pangan Olahan dalam Masa Kedaruratan Kesehatan Covid-19 di Indonesia. Banyak apresiasi yang diberikan oleh TUV Rheinland Indonesia kepada Dit SPO, diantaranya :

  1. Memperoleh apresiasi atas pelaporan gratifikasi.
  2. Adanya replikasi inovasi terkait e-standarpanganoleh unit kerja lain sehingga inovasi yang diciptakan bermanfaat dengan baik.
  3. Meraih Juara 1 Lomba Public Speakingdalam rangka HUT BPOM ke-19.
  4. Apresiasi terhadap inovasi pelayanan publik yang berkelanjutan (bermula dengan adanya subsite, konsultasi online (live chat), Ayo Cek BTP, e-standarpangan hingga pemanfaatan media sosial),hal ini memudahkan stakeholder dalammendapatkan informasi dan melakukan koordinasi, serta mendapatkan pelayanan publik yang prima. 
  5. Dit SPO sebagai unit kerja yang menginisiasi pembuatan Green Dropboxdi lingkungan Kedeputian Bidang Pengawasan Pangan Olahan, dengan tujuan untuk mengurangi potensi pencemaran lingkungan (recycle– pemanfaatan produk).
  6. Mengembangkan metode evaluasi keamanan bahan tambahan pangan (BTP)berbasis IT (in silico) guna memudahkan pengkajian keamanan BTP.

Pada penutupan Audit, Tim Auditor dari TUV Rheinland Indonesia merekomendasikan bahwa Dit SPO dapat mempertahankan menerima Sertifikat ISO 9001:2015.

qms iso6

Kunjungi Kami

Jl. Percetakan Negara No.23,
Jakarta Pusat, 10560

Get Direction
Hubungi Kami

Telp: (+6221) 42875584
Fax: (+6221) 42875780

Email: standarpangan@pom.go.id
Jadwal Konsultasi

Senin - Kamis: 09.00 - 15.30


--------------------------------